Nah ketika terang kita memuliakan
Bapa di sorga, maka tujuan hidup kita
tercapai. Manusia memang diciptakan
menjadi gambar Allah. Gambar/patung
paling baik adalah gambar/patung yang
paling mirip aslinya dan memperlihatkan
betapa indahnya pribadi aslinya. Ketika
kita melihat gambar/patung seseorang
yang begitu mirip dengan aslinya, kita
akan mengagumi betapa ganteng/cantik
orang aslinya. Nah begitu juga hidup
kita, jika terang kita bercahaya maka itu
akan membuat orang mengagumi dan
memuliakan Bapa kita di sorga. Nah
itulah keberhasilan hidup sebagai orang
Kristen. Makin banyak membuat orang
memuliakan Allah, makin kita berhasil
menjadi terang.
Namun kita bisa tergoda untuk
ikutan mau dipuji dan dianggap
hebat. Dianggap mampu bercahaya
dengan sendirinya dari kemampuan
kita sendiri, di sini letak kejatuhan dan
kegagalan kita yang besar. Meskipun
hidup kita benar bercahaya, kita akan
kurang kenikmatannya ketika kita buat
menjadi memuliakan diri kita karena
kita tidak dirancang untuk memuliakan
diri. Kita akan paling senang ketika kita
memuliakan Bapa di sorga. Bapa yang
mulia dan mengasihi engkau dan saya.
Allah mau kita terhindar dari dosa besar
yang namanya kesombongan.
Mari renungkan : 1. Apa tujuan kita menjadi terang dunia
yang bercahaya?